Sabtu, 28 Agustus 2010

BENTUK SEDIAAN SETENGAH PADAT


Bentuk Sediaan Setengah Padat




Ø      PDU untuk obat luar
Ø      Untuk therapi / kosmetik / pelindung kulit.

Menurut karakteristik fisik-konsistensi dapat dibagi dalam tiga kelompok:
Ø      Cair kental / encer              : Linimentum.
Ø      Setengah padat                   : Unguentum, Cream, Pasta.
Ø      Lebih bersifat Padat            : Sapo Medicatus, Emplastrum.

Minyak/ lemak                          Linimentum                               Bahan Padat Pulvis
Air












Krim                                                                   Pasta










Dasar Salep
Unguentum


4.1 Linimentum = obat gosok

Ø      Sediaan kental / cair yg dioleskan / digosokkan pada kulit.
Latin, linere; gosokkan yg banyak, kontor iritan à Balsem dll.
Ø      Linementum dapat berupa  :
-  Larutan zat berkhasiat dalam lemak.
-  Emulsi dll  ( minyak + Air ditambah bantuan yg lainnya).

Keuntungan Linimentum dibanding Unguentum.
¨      Lebih mudah dicuci dari kulit, sehingga merupakan bentuk sediaan yang baik bila diberikan pada bagian kulit yang berambut dan juga kulit muka dan kulit bayi yang halus.
¨      Penetrasi obat lebih baik dari sediaan Unguentum.

Contoh   :
¨      Ganda pura  à  isi multi salisilat.
¨      Zink – Olie  = Pasta zinci oleosa
¨      BBE  = Benzylin  Benzoas  Emulsion.
¨      Linimentum Sulfuris
( Belerang + Minyak kelapa )
 20 %  + Follium Coccus  =  dipanaskan.

4.2 Unguentum  =  Salep.

Definisi   :       BSO  ½  padat
                        Mudah dioleskan tanpa kekerasan / pemanasan.
                        Bahan obat terdisporsi secara homogen
Ditinjau dari kegunaan dalam terapi, unguentum dapat dikelompokkan menjadi 3  :
1. Ungumentum Epedermis.
Ø      Untuk epidermis / kulit bagian luar.
Ø      Vetikulum ( pembawa obat ) vesilin atau campuran Hidrokarbon.
2. Unguentum Mukosa
Ø        Vetikulum  : vaselin + 10 % - 20 %  adeps lanae  ( lemak bulu domba )
Ø        Untuk mukosa (basah) : rectum, hidung, mata, mulut.
Ø        Agar > encer bisa ditambah paraffin liquidum atau minyak lain.
3.      Unguentum Endodermik
Ø       Bekerja > dalam dari permukaan kulit.
Ø      Vehikulum  =  Adeps  lanae, lanolin  dll.
Adeps lanae Com hidrucum ( menyerap air ).

Klasifikasi Ointment menurut Jenkin.

A.  Berdasarkan sifat penetrasi pada therapi.
1    Salep Epidermik.
Ø      Bekerja pada permukaan kulit.
Ø      Bersifat lokal, tak diabsorbsi
Contoh  : Protektan, anti septik ,anti infeksi, parasitida
2.   Salep Endodermik.
Ø   Obat berpenetrasi kedalam kulit.
Ø   Contoh : emollien (pelemas), stimulans ( perangsang pertumbuhan epitel), proliferan (memperbanyak sel), Iritan lokal (Metil salisilat).
3.   Salep Diadermik.
Ø      Melepaskan obat melewati kulit.
Ø      Bekerja sistemik.
Ø      Kesulitan mengatur jumlah obat yg diabsorbsi, saat ini penggunaannya belum luas. Misalnya   =  Velidin jelly  sebagai analgetika, Nitrodize pd iskemia kardia.

B.  Berdasarkan Sifat Farma Sentik
1.   Salep berbasis Minyak.
Ø       Lemak hewan
Ø      Minyak nabati
Ø      Hidro karbon
Ø      Silikon.
2.   Salep berbasis Emulsi
Ø      Emulsi                    O/W  (banyak air ).
Ø      Emulsi                    W/O  (banyak minyak).
3.   Salep berbasis Absorbsi
Ø      Basis Anhidrosus / basis hidrofilik.
-         adepslanae
-         hydrophilik pentrolatum
Ø      Basis W/O yang berisi sedikit air yang bisa menarik air
4.      Salep berbasis larut air

Syarat Vehikulum salep :
Ø      Indefferent
Ø      Tak berbau
Ø      pH netral
Ø      Tidak merangsang
Ø      Stabil pada penyimpanan
Ø      Tidak meninggalkan bercak.

Macam Vehikulum salap:
1.      Hidrokarbun
Ø      Vaselinum album (Vaselinum putih), Vaselinum flavum (Vaselinum kuning)
Ø      Paraffinum liguidum (Paraffinum cair), Paraffinum solidum (Paraffinum padat)

2.      Minyak nabati
Ø      Oleum : sesami (Minyak wijen), olivarum (Minyak zaitun), amygdalarum (Minyak amandel), arachidis (Minyak kacang), cocos (Minyak kelapa)
3.      Mingak hewan
Ø      Adeps (minyak bulu) : lanae (domba), suilus (babi) ancenirus (angsa)
Ø      Lanolinum
Ø      Cera (lilin lebah), flava, alba.

4.3 Cream =  Cremor  =  Krim

Definisi : Salep yang banyak mengandung air, sehingga memberikan perasaan sejuk bila dioleskan pada kulit.
Sebagai vehikulum dapat dipakai emulsi kental berupa:
            1. Emulsi W/O
            2. Emulsi O/W
Emulgator merupakan bahan pengemulsi, yang paling baik adalah yang bersifat non tonik karena tak bereaksi dengan bahan aktif.

Keuntungan  Cream   :
1.      Aplikasi mudah
2.      Mendinginkan kulit
3.      Mudah dibersihkan.
Kerugian  :
1.             Tidak stabil terutama bila kena asam organik ( As salisilat, As Benzonat, Asam tanat ) dan panas.
2.             Mudah mengering karena cairan menguap.
Indikasi   Cream  :
1.      Imflamasi akut
2.      Dermatosis luas
3.      Penetrasi (Emulgator tuwen, span)
4.      Daerah berambut (O/W)
5.      Kulit kering (W/O).

4.4 PASTA.

Ø      Sediaan setengah padat yang mengandung bahan padat : 40 – 50 %

Ø      Sifat:
-         Tak memberikan rasa “berminyak”
-         Sebagai bahan padat : zinci oxydum, calcii carbonas (kapur), amylum (pati), talcum (silikat)

Ø      Kelebihan Pasta:
-         Mengikat cairan sekret
-         Tidak iritasi lokal karena tidak penetrasi
-         Lebih melekat pada kulit
-         Mempunyai daya abrasif (daya menggosok) untuk pembersih gigi

Ø      Kekurangan pasta
-         Lebih keras dari pada unguentum sehingga sukar dioleskan dan kadang nyeri.
-         Sukar dibersihkan
-         Contoh : pasta lassari (anti septik), pasta dentrifrika (penyegar gigi)

Ad (+) s/d
Miss fact = campur & buat
S                      = Signa = tandailah(tulislah aturan pakai)
us. ext.             = use exsternus =
2 dd     = 2 X sehari
R/ neomycin
R/ Pasta lassari ad 20
m. f. pasta
Fue, 2 dd

4.5 Sapo  =  Sabun.

Definisi
Sediaan  ½  padat / cair untuk obat luar yang penggunaannya digosok sampai berbusa, dibiarkan sebentar lalu dicuci bersih.
Didapat dari proses penyabunan alkali dengan lemak atau asam lemak tinggi.
Tujuan
J     Anti septik
J     Anti ketombe
J     Anti akne
J     Anti jamur
Keuntungan:
            Daerah pengobatannya luas, bersih tak berbekas.
Contoh   :
1.      Sapo kalimas, sabun Hijau
J     Lemak, kuning kehijau-hijauan / kecoklatan
J     Mengandung Glycerin
J     Dibuat dari KOH + Minyak Nabati.
2.   Sapo Medicating
J     Keras kekuning-kuningan tidak mengandung Glicerin.
J     Dibuat dari Na OH + Minyak / Lemak meningkat.

Sapo Superadiparatus.dibuat dari sapo medicatus + 16 % Sapo kalimas + 4 % adeps lanal.
Sapo Superadipatus sering digunakan sebagai basis bagi bahan berkhasiat
J     Balsanum peruvianum                     Sabun Purol
J     Ichtyol                                            Sabun Ichtyol
J     Sulfur Precipitatum              Sabun Deosulfur
J     Phenol                                            Sabun Anti septik
J     Oxymercuri –O- Toluyl Natrium     Sabun Afridol.

4.6 Collemplastrum (Plester)

Definisi    :
Sediaan  ½  padat yang penggunaannya sebagai obat luar, dioleskan pada kain yang elastis , diaplikasikan pada kulit yang sakit.
Tujuan  :
J     Counter Irritant
J     Keratolitik
J     Anti septik
Contoh   :
J     Collemplastum ad clavos : mengandung Acidum Salicylicum konsentrasi tinggi (10-20%)sebagai keratolitik untuk clavus (katimumul).
J     Collemplastrum Zinci Oxydi : mengandung Zinci Oxydum sebagai antiseptik. Contohnya (Leucoplast).
J     Collemplastrum yang mengandung MethylSalicylas atau Oleoresin dari Capsicum untuk ditempelkan pada kulit guna mengurangi berbagai penyakit otot secara lokal (myalgia). Contohnya Salonpas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar